EKOLOGI
haloo teman-teman, sore ini aku bakal ngeshare peralatan apa saja yang biasanya digunakan saat praktikum mata kuliah ekologi. saat aku semester tiga dulu ada salah satu mata kuliah yang mengharuskan kita terjun lapangan alias praktikum ke sungai dan ke hutan untuk menghitung vegetasi tanaman di hutan tersebut. tapi sebelumnya kita harus mengenal alat apa saja yang akan kita gunakan dan apa fungsinya. maka dari itu buat temen-temen yang akan memulai tugasnya (eaak) maka kenalan dulu sama alat-alat ini ya..
Thermohigrometer
adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan. Higrometer terdapat dua skala, yang satu menunjukkan kelembaban yang satu
menunjukkan temperatur. Cara penggunaannya dengan meletakkan di tempat yang
akan diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya. skala
kelembaban biasanya ditandai dengan huruf h dan kalau suhu dengan derajat
celcius.
Multimeter
analog adalah penunjukan hasil pengukuran menggunakan jarum, Multimeter
digunakan untuk mengukur arus (ampere), tegangan (volt), dan hambatan (ohm).
Arahkan saklar penunjuk pada DC mA.
Atur skala lebih besar dari arus yang diukur.
Hubungkan kabel merah (+) pada kutub positf (+) Sumber Arus (Baterai / Power Supply) dan kabel hitam (-) hubungkan ke konektor positif
Cara
pemakaiannya adalah menancapkan ujung alat ke tanah yang ingin diukur, kemudian
tekan tombol dengan lama untuk mengukur pH tanah dan dengan tidak menekan
tombol untuk mengukur kelembapan tanah. Liat penunjuk pada soil tester. Nilai
yang di atas menunjukkan nilai pH tanah 3-8 dan nilai yang di bawah menunjukkan
nilai kelembapan tanah dalam satuan (x 10%)
1) Alat
ini berupa porselen warna putih dan hitam yang bisa dilihat di dalam permukaan
air kemudian diberi tali.
Deep Water Sampel, berbentuk tabung
transparan untuk dipergunakan secara vertikal, mekanisme kerjanya, sebuah kait
akan menahan tabung tetap terpisah dari tutup atas dan tutup bawahnya. Kait
tersebut terhubung pada tali yang mempunyai penanda dalam meter. Masukkan alat
tersebut dengan kait terpasang kedalam badan air yang akan diambil sampelnya.
Air akan masuk ke dalam tabung dan keluar lewat bagian atas, terus berganti
selama tabung bergerak menuju kedalaman tertentu. Setelah kedalaman yang
diinginkan tercapai, jatuhkan beban yang terpasang pada tali. Beban akan
menghantam kait, dan tutup atas dan tutup bawah tabung akan berberak mengunci
tabung sehingga air yang di dalam tabung tidak akan bertukar lagi. Naikkan
tabung dengan menyeret talunya ke atas. Praktis dan sederhana, dan sampel air
dijamin tidak akan terkontaminasi oleh air lainnya pada kedalaman yang berbeda.
ALAT
PRAKTIKUM EKOLOGI
Alat-alat yang digunakan dalam laboratoprium ekologi,
diantaranya adalah:
EKOSISTEM
DARAT
1. ALTIMETER
Kegunaan untuk mengukur ketinggian
tempat dengan satuan meter dan tekanan udara dengan satuan Hpa.
Skala paling luar adalah skala penunjuk
ketinggian tempat. Skala di dalam adalah skala penunjuk tekanan udara
(Barometer).
Cara penggunaan:
Meletakkan alat pada permukaan tanah
yang datar dari tempat yang akan diukur biarkan beberapa saat dan melihat skala
yang ditunjukkan alat.
2.
THERMOHIGROMETER
Thermohigrometer
adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan. Higrometer terdapat dua skala, yang satu menunjukkan kelembaban yang satu
menunjukkan temperatur. Cara penggunaannya dengan meletakkan di tempat yang
akan diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya. skala
kelembaban biasanya ditandai dengan huruf h dan kalau suhu dengan derajat
celcius.
3.
MULTIMETER
Multimeter
analog adalah penunjukan hasil pengukuran menggunakan jarum, Multimeter
digunakan untuk mengukur arus (ampere), tegangan (volt), dan hambatan (ohm).
Cara kerjanya :
Arahkan saklar penunjuk pada DC mA.
Atur skala lebih besar dari arus yang diukur.
Hubungkan kabel merah (+) pada kutub positf (+) Sumber Arus (Baterai / Power Supply) dan kabel hitam (-) hubungkan ke konektor positif
Tombol
sensor pada multimeter tidak boleh dihalangi oleh sesuatu. Karna akan
mempengaruhi cara kerja multimeter.
4.
SOIL TESTER
Soil tester
adalah alat untuk mengukur pH dan kelembapan tanah.
Cara
pemakaiannya adalah menancapkan ujung alat ke tanah yang ingin diukur, kemudian
tekan tombol dengan lama untuk mengukur pH tanah dan dengan tidak menekan
tombol untuk mengukur kelembapan tanah. Liat penunjuk pada soil tester. Nilai
yang di atas menunjukkan nilai pH tanah 3-8 dan nilai yang di bawah menunjukkan
nilai kelembapan tanah dalam satuan (x 10%)
EKOSISTEM
PERAIRAN
1.
SECHI DISK
Kegunaan
untuk mengukur kecerahan air atau sejauh mana cahaya masuk dalam air dengan
satuan meter
Cara penggunaan:
1) Alat
ini berupa porselen warna putih dan hitam yang bisa dilihat di dalam permukaan
air kemudian diberi tali.
2) Memasukkan
sechi disk ke dalam permukaan air sampai warna putihnya tidak terlihat lagi dan
bila ditarik sedikit terlihat warna putihnya, kemudian pegang tali mulai
permukaan air.
3) Kemudian
mengukur tali dari permukaan air sampai batas sechi disk.
2.
JALA SURBER
Alat yang berukuran 25cm x 40cm
ini merupakan alat untuk mengambil sampel
(benthos) pada daerah yang berarus air kuat dan dasar perairan berpasir halus
(sedikit berlumpur).Untuk
penggunaan jala surber, jala tersebut diletakkan dengan bagian mulut jala
melawan arus aliran air, dan daerah yang dibatasi oleh alat ini dibersihkan
(diaduk) sehingga benthos yang melekat pada dasar perairan dapat hanyut dan
tertangkap oleh jala.
3.
EJIKMAN-GRAP
Ejikman-grap adalah alat yang digunakan untuk
mengambil sampel dari dasar perairan. Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan
dua skop yang digerakkan secara manual, kawat pengait dan pegas.
Bagian-bagian dari ejikman-grap adalah:
• Tali berfunfsi untuk jalan beban menuju ke dasar tanah
• Beban
• Pegas berfungsi menurunkan pengait yang dikaitkan pada kawat
• Kotak berfungsi menampung sampel tanah
• Penutup ejikman-grap berfungsi untuk menutup kotak
• Skop berfungsi untuk mengeruk tanah pada dasar tanah
• Kawat berfungsi untuk mengaitkan
Bagian-bagian dari ejikman-grap adalah:
• Tali berfunfsi untuk jalan beban menuju ke dasar tanah
• Beban
• Pegas berfungsi menurunkan pengait yang dikaitkan pada kawat
• Kotak berfungsi menampung sampel tanah
• Penutup ejikman-grap berfungsi untuk menutup kotak
• Skop berfungsi untuk mengeruk tanah pada dasar tanah
• Kawat berfungsi untuk mengaitkan
4. WATER SAMPLE
Deep Water Sampel, berbentuk tabung
transparan untuk dipergunakan secara vertikal, mekanisme kerjanya, sebuah kait
akan menahan tabung tetap terpisah dari tutup atas dan tutup bawahnya. Kait
tersebut terhubung pada tali yang mempunyai penanda dalam meter. Masukkan alat
tersebut dengan kait terpasang kedalam badan air yang akan diambil sampelnya.
Air akan masuk ke dalam tabung dan keluar lewat bagian atas, terus berganti
selama tabung bergerak menuju kedalaman tertentu. Setelah kedalaman yang
diinginkan tercapai, jatuhkan beban yang terpasang pada tali. Beban akan
menghantam kait, dan tutup atas dan tutup bawah tabung akan berberak mengunci
tabung sehingga air yang di dalam tabung tidak akan bertukar lagi. Naikkan
tabung dengan menyeret talunya ke atas. Praktis dan sederhana, dan sampel air
dijamin tidak akan terkontaminasi oleh air lainnya pada kedalaman yang berbeda.
5.
REFRACTOMETER
Refraktometer
merupakan alat pengukur kadar garam air di perairan. Caranya sebelum dipakai, menetesi
refraktometer dengan aquadest kemudian dibersihkan dengan kertas tisyu sisa
aquadest yang tertinggal. Lalu meneteskan air sampel yang ingin diketahui kadar
garamnya, lalu diteropong dari sisi ujung refraktometer.
6. JARING
PLANKTON
Fungsi dari Jaring Plankton ini adalah untuk menangkap plankton, yaitu sejenis organisme yang menempel di perairan.
Semua jaring plankton berbentuk kerucut, dengan mulut
rasio panjang 1:03-1:05. Jaring kecil (lima sampai delapan inci dan diameter
15-20 inci panjang) cocok untuk amatir.
Cara Kerja Jaring
Plankton:
Mulut dipegang terbuka dengan mulut jaring diatasnya,
lalu di masukkan kedalam air agar semua air beserta plankton ikut
terbawakedalam jaring ,air disaring pada jaringnya lalu kerucut dibawah jaring
untuk menangkap plankton yang terjerat.
7.
MICROWINGLER
PEMERIKSAAN
CO2
1. Mengambil air sampel 5 ml
2. Menambahkan 1 tetes reagen (PP)
Jika
larutan berwarna pink atau merah, CO2 – 0 mg/l (ppm) jika tidak
berwarna, ada CO2
3. Titrasi dengan reagen 2 (NaOH) dengan
menurunkan siring sampai berwarna merah muda.
4. CO2 terlarut – jumlah ml
titran dikalikan 100 mg/l (ppm)
PEMERIKSAAN DO
1.
Mengambil
air sampel kurang lebih 100 ml.
2.
Menambahkan5
tetes reagen 1 dan 5 tetes reagen 2, membiarkannya 1 menit agar terbentuk
endapan.
3.
Menambahkan
10 tetes reagen 3 sampai endapan hilang larutan berwarna kuning.
4.
Mengambil
5 ml larutan 3
5.
Menambahkan
1 tetes reagen 4, sampai terjadi warna biru.
6.
Titrasi
dengan reagen 5 sampai terjadi biru hilang.
7.
DO
= Jumlah titran dikalikan 10 mg/l (ppm)
8.
Jika
DO 5 mg/l lakukan uji ketepatan.
Mengambil
larutan 3 sampai 10 ml, lakukan langkah 5 & 6 , DO = Jumlah titran
dikalikan 5 mg/l (ppm)
KETERANGAN:
a.
Reagen
1 = Larutan MnSO4
b.
Reagen
2 = Larutan KOH-KI
c.
Reagen
3 = Larutan H2SO4 pekat
d.
Reagen
4 = Larutan amilum
e.
Reagen
5 = Larutan Na2S2o3







Makasih kak, sangat memebantu
BalasHapus